Rabu, 04 Agustus 2010

Kaca, Tabung Oksigen, dan Sepatu Katak

Mereka menyebutnya tembok tapi aku bilang ini kaca
Tembus pandang, sehingga kita tetap bisa saling melihat dan mendekat
Padahal ini nyata tapi seolah tidak tampak
Namun bagaimanapun molekul-molekul udara di sekeliling kita tetap mengisi ruang yang berbeda
Dan ketika kita ingin meruntuhkannya, kita sama-sama mendorongnya
Nihil
Memecahkannya sama saja membuatnya hancur menjadi kepingan dan serpihan beling yang ketika kita menginjaknya nanti, hanya akan menggores luka di kaki kita
Jika tidak ada cukup energi, mengapa tidak buat saja pintu di tengahnya?
Benar kita memiliki galaksi kita sendiri
Tapi mengapa tidak kau perlihatkan aku sedikit ke dalam dimensimu?
Jika perlu sedotlah aku ke dalamnya hingga bisa kurasakan betapa aku adalah kamu dan kamu adalah aku
Hal itu tak ubahnya menyelam ribuan mil jauhnya ke dalam laut yang semakin dalam akan semakin pekat warna birunya
Maka kau hanya perlu memberiku tabung oksigen dan sepatu katak
Namun menyelam juga memerlukan teori dan latihan sayang
Andai saja kau ingat akan hal itu
Kau lupa aku juga memiliki wonderland-ku sendiri
Tempatku bergumul dengan hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan olehmu dan berpiknik di tengah karnaval imajiku yang meriah walaupun agak rumit
Tidakkah kau ingin mengintipnya sedikit walaupun dari tirai jendelamu?
Tidak, kau tidak perlu naik kereta super cepat untuk sampai ke sana
Kau hanyalah perlu menengok dan menaruh setetes perhatian
Tempat yang mungkin jauh apabila hanya kau terawang padahal tanpa kau sadari tempat itu ada di seberangmu
Mari ajari aku sayang
Ajari aku menyelam
Setelah itu mari kita pergi naik bianglala bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar